Rabu, 10 Juli 2013
TULANG SULBI (TULANG EKOR) MANUSIA dan KEBENARAN HADIST NABI SAW
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabat tahu tulang sulbi manusia? Ya, itu tulang yang berada pada setiap manusia. Sahabat mau tahu seperti apa? Coba dilihat di bawah ini:
Tulang sulbi
atau dengan bahasa Inggrisnya adalah Coccyx ini adalah bagian tulang dari tubuh manusia. Terletak pada bagian terbawah dari tulang belakang.
Tulang sulbi ini adalah tulang yang pertama kali ketika manusia diciptakan oleh Allah. Dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari akhir. Hebatnya lagi tulang sulbi ini tak akan hancur dimakan tanah.
Tulang sulbi sering disebutkan dalam hadits yaitu, dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Sesungguhnya bagian tubuh manusia akan rusak, kecuali “tulang sulbi”, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dan ada satu lagi hadits tentang tulang sulbi ini:
Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)
fakta, bahwa hadits ini benar.
Seorang dokter yang berama Dr. Othman Al-Djilani dan syaikh Abdul Majid melakukan sebuah eksperimen terhadap tulang sulbi ini. Pada bulan Ramadhan 1423 atau sama dengan 2002 di tahun Masehi di Yaman.
Mereka berdua memanggang tulang punggung berikut juga dengan tulang sulbi. Dengan gas selama 10 menit hingga sampai benar-benar terbakar (tulang-tulang berubah menjadi mereha kemudian menghitam).
Kemudian mereka berdua meletakkan potongan-potongan yang telah gosong itu pada kotak steril.
Kemudian kotak steril itu mereka bawa ke labolatorium analisa terkenal di Sanaa, Yaman. Nama labolatorium itu adalah (Al Olaki Labolatory) –> Oke, tak perlu dihapal, tidak ada dalam UN kok. Hehe
Dr. Al Olaki, juga merupakan seorang professor di bidang histologi dan pathologi di Sanaa University, di Yaman. Ia menganalisa hasil potongan-potongan tulang tersebut dan menemukan bahwa sel-sel pada jaringan tulang sulbi (coccyx) dapat bertahan terhadap pembakaran.
Ternyata hanya sel-sel otot, sumsum, dan jaringan lemak saja yang terbakar. Sementara sel-sel tulang sulbi tidak terpengaruh.
Percobaan yang diatas ini membuktikan bahwa, hadits itu benar. Tulang sulbi akan tetap akan. Tak dimakan tanah, tak hancur terbakar, tahan pada kondisi apapun. SubhanaAllah bukan? Itulah, hebatnya Allah.
Jika kita gali ilmu-ilmu-Nya betapa kecilnya kita ini dihadapan Allah. Dunia saja ibarat butiran-butiran pasir. Bagaimana dengan kita yang lebih kecil daripada bumi? Sungguh Allah itu maha besar maha mengetahui.
1400 tahun yang silam Nabi sudah bersabda tentang tulang sulbi ini. Sudah terbukti hingga sekarang! So, kenapa harus ragu sama Allah?
Silahkan share/bagikan, Semoga ilmunya bermanfaat, aamiin
TATA CARA NABI SAW BUANG AIR / HAJAT
Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bagi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut ada yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah.
Berikut ini tata cara buang air yang diajarkan Nabi Muhammad SAW
1. Buang Air Dengan Jongkok
Dianjurkan buang air dalam keadaan jongkok.
Aisyah RA berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. Tirmidzi).
“Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis.Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.
2. Manfaat Buang Air Besar Sambil Jongkok
Secara medis, buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu dalam jangka lama.
3. Tidak Menghadap Kiblat
Dari Abu Ayyub Al-Anshari dia berkata: Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Jika kalian mendatangi tempat buang air maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.“
Abu Ayyub berkata, “Ketika kami datang ke Syam, kami dapati WC rumah-rumah di sana dibangun menghadap kiblat. Maka kami beralih darinya (kiblat) dan kami memohon ampun kepada Allah Taala.” (HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 264)
Sabda Nabi, “Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya,” berlaku bagi negara-negara yang kiblatnya di utara atau di selatan. Sedangkan bagi yang kiblatnya di timur atau di barat (seperti Indonesia) maka dianjurkan menghadap ke utara atau ke selatan.
4. Tidak Berbicara Saat Buang Air
Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar diriwayatkan: “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya.” (HR. Muslim)
5. Masuk Dengan Kaki Kiri, Keluar Dengan Kaki Kanan
Disunnahkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan doanya masing-masing.
Dari Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa salam apabila masuk ke WC mengucapkan :
“Allaahumma inni audzubika minal khubusi wal khabaaits”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina“.
Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan:
“Gufraanaka”
Artinya: “Ampunan-Mu ya Allah“.
6. Bersegera Membuang Hajat
Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani.
Secara medis, menahan keinginan untuk buang air kecil dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Gejala infeksi saluran kemih di antaranya, waktu buang air, air seni terasa panas, air seni kerap keluar setiap kita melakukan gerakan-gerakan ringan seperti duduk atau terasa nyeri di lubang tempat keluar air seninya. Kalau masih dibiarkan, bisa menyebabkan penyakit ginjal.
Setiap ada keinginan buang air, jangan ditahan. Dalam keadaan normal, kita harusnya buang air kecil setiap lima jam sekali. Jika kita termasuk orang yang banyak minum, frekuensi tadi bisa lebih sering dan itu normal.
sumber : http://cakradyant.blogdetik.com/
Semoga Bermanfaat, silahkan kabarkan / bagikan / sebarkan, Semoga Allah memberkahi kita dengan ilmu-ilmu penuh tauladan, amin
TATA CARA NABI SAW BUANG AIR / HAJAT
Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bagi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut ada yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah.
Berikut ini tata cara buang air yang diajarkan Nabi Muhammad SAW
1. Buang Air Dengan Jongkok
Dianjurkan buang air dalam keadaan jongkok.
Aisyah RA berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. Tirmidzi).
“Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis.Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.
2. Manfaat Buang Air Besar Sambil Jongkok
Secara medis, buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu dalam jangka lama.
3. Tidak Menghadap Kiblat
Dari Abu Ayyub Al-Anshari dia berkata: Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Jika kalian mendatangi tempat buang air maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.“
Abu Ayyub berkata, “Ketika kami datang ke Syam, kami dapati WC rumah-rumah di sana dibangun menghadap kiblat. Maka kami beralih darinya (kiblat) dan kami memohon ampun kepada Allah Taala.” (HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 264)
Sabda Nabi, “Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya,” berlaku bagi negara-negara yang kiblatnya di utara atau di selatan. Sedangkan bagi yang kiblatnya di timur atau di barat (seperti Indonesia) maka dianjurkan menghadap ke utara atau ke selatan.
4. Tidak Berbicara Saat Buang Air
Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar diriwayatkan: “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya.” (HR. Muslim)
5. Masuk Dengan Kaki Kiri, Keluar Dengan Kaki Kanan
Disunnahkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan doanya masing-masing.
Dari Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa salam apabila masuk ke WC mengucapkan :
“Allaahumma inni audzubika minal khubusi wal khabaaits”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina“.
Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan:
“Gufraanaka”
Artinya: “Ampunan-Mu ya Allah“.
6. Bersegera Membuang Hajat
Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani.
Secara medis, menahan keinginan untuk buang air kecil dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Gejala infeksi saluran kemih di antaranya, waktu buang air, air seni terasa panas, air seni kerap keluar setiap kita melakukan gerakan-gerakan ringan seperti duduk atau terasa nyeri di lubang tempat keluar air seninya. Kalau masih dibiarkan, bisa menyebabkan penyakit ginjal.
Setiap ada keinginan buang air, jangan ditahan. Dalam keadaan normal, kita harusnya buang air kecil setiap lima jam sekali. Jika kita termasuk orang yang banyak minum, frekuensi tadi bisa lebih sering dan itu normal.
sumber : http://cakradyant.blogdetik.com/
Semoga Bermanfaat, silahkan kabarkan / bagikan / sebarkan, Semoga Allah memberkahi kita dengan ilmu-ilmu penuh tauladan, amin
SYARAT DAN HUKUMNYA SEORANG IMAM (dalam sholat berjama'ah)
1. Wanita dilarang mengimami pria.
Dengan kata lain seorang lelaki tidak boleh bermakmum kepada wanita. Jabir ra. mengabarkan, Muhammad Rosulullah saiv. bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang perempuan mengimami laki- laki. Janganlah seorang badui mengimami muhajir. Dan janganlah seorang pendurhaka mengimami orang mukmin, kecuali karena paksaan dari penguasa yang ditakuti cambukannya atau pedangnya." (HR Ibnu Majah)
2. Yang pantas menjadi imam adalah yang pintar membaca Al- Qur’an dan lebih memahami sunnah.
Mengapa? Sebab Imam dalam sholat sangat menentukan sah tidaknya sholat tersebut. Misalnya saja, jika bacaan Qur’an sang imam tidak tepat makhroj atau tajwidnya, maka akan mempengaruhi kekhusyu’an para makmumnya Abu Mas’ud Al- Anshori menuturkan, Rosulullah saw. bersabda, "Orang yang pantas jadi imam {sholat berjamaah) ialah yang paling pandai membaca kitabullah. Jika ternyata mereka sama pandai, maka yang paling alim (mengerti) tentang sunnah. Jika ternyata mereka sama alim, maka yang paling dahulu hijrah. Jika ternyata mereka bersamaan pula hijrahnya, maka yang paling dahulu masuk Islam. Janganlah kamu menjadi imam dalam wilayah kekuasaan orang lain, dan janganlah pula duduk di tempat yang disediakan khusus untuk kemuliaan seseorang kecuali dengan izinnya." (HR Muslim)
3. Imam haruslah orang yang baik.
Maksud kata "baik" di sini adalah merujuk pada akhlaknya, baik tutur katanya maupun tindakannya. Jika orang yang jadi imam kurang baik akhlaknya, sekalipun ’alim akan menimbul¬kan pikiran bukan-bukan pada sebagian makmum. Misalnya saja dalam diri makmum akan terlintas pikiran, "orang suka bohong atau mengingkari janji begitu dijadikan imam". Pikiran semacam itu dapat mengganggu kekhusyukan kita dalam sholat berjama’ah. Ibnu Abbas ra. menjelaskan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Pilihlah imam-imam kalian dari orang-orang baik di antara kalian, karena sesungguhnya mereka itu duta kalian, tentang apa-apa antara kalian dengan Tuhan kalian’’. (HR. Daruquthni)
4. Tamu tidak berhak menjadi imam.
Abu Athiyyah menceritakan, bahwa Malik Ibnu Huwairits selalu mendatangi mushollanya untuk mengajarkan hadits. Suatu hari saat waktu sholat tiba, Abu Athiyyah berkata kepadanya, "Majulah engkau (sebagai imam)". Malik menjawab, "Hendaklah salah seorang di antara kalian yang maju ke depan. Tahukah kalian mengapa aku tidak mau maju ke depan? Aku pernah mendengar Rosulullah sazo. bersabda: ’Barangsiapa mengunjungi suatu kaum, maka janganlah ia mengimami mereka. Hendaklah salah seorang lelaki di antara mereka (kaum itu) yang menjadi imamnya’’. (HR. Ash-habus Sunan)
Apabila sang tamu lebih fasih bacaannya dan lebih ’alim, kemudian dipersilakan oleh tuan rumah menjadi iman, maka janganlah menolaknya. Dengan kata lain tamu itu harus mau menjadi imam karena atas permintaan tuan rumah.
5. Imam dianjurkan memeriksa barisan jama’ahnya.
Abas bin Malik ra. memberitahukan, Muhammad Rosulullah saw. apabila akan mengimami sholat melihat barisan para jama’ah di belakangnya dan bersabda, "Luruskan shof-shofkalian, karena lurusnya shof bagian dari kesempurnaan sholat". (HR. Muttafaq Alaih)
6. Imam dilarang panjangkan bacaan.
Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Rosulullah saio. bersabda, "Apabila salah seorang di antara kamu mengimami sholat orang banyak, hendaklah ia memendekkan (bacaan) sholatnya, karena di antara makmum terdapat orang-orang tua dan orang yang lemah. Jika dia sholat sendiri, panjangkanlah (bacaan) sholatnya seberapa dia suka." (HR Muslim)
7. Ketika Nabi saw. berniat memanjangkan sholat.
Abu Qotadah ra. menginformasikan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Ketika aku berdiri hendak sholat, aku berniat hendak memanjangkan sholatku. Tetapi tiba-tiba terdengar olehku tangis bayi, maka kuringkaskan sholat itu. Sebab aku tidak ingin menyusahkan ibunya (yang turut bermakmum pada Nabi saw.)’’. (HR. Bukhori)
Bisa kita bayangkan apa yang terjadi seandainya bayi itu menangis, kemudian sang imam memanjangkan sholatnya. Pasti tangis si bayi semakin menjadi-jadi. Tentu para jama’ah tak lagi mampu berkonsentrasi. Apalagi ibu si bayi pasti bimbang, apakah tetap melanjutkan sholatnya atau membatalkannya lalu kembali sholat sendiri.
8. Usai mengimami Nabi saw. menghadap para Jama’ah
Usai mengimami Muhammad Rosulullah saw. kadang duduk menghadap kepada para jama’ah, yang berarti membelakangi kiblat. Samurah bin Jundab ra, mengutarakan, "Apabila Nabi saw. usai mengimami, beliau menghadap kepada kami (para makmum)". (HR. Bukhori)
9. Adakalanya usai mengimami Nabi saw. menghadap kanan.
Terkadang usai mengimami Nabi Muhammad Rosulullah saw menghadap ke sebelah kanan. Itulah sebabnya sebagian sahabat jika berjama’ah senang duduk di sebelah kanan, karena bisa terlihat beliau. Al-Baro’ bin Azib ra. menyatakan, "Apabila kami bermakmum di belakang Rosulullah saw., kami senang berada di sebelah kanan beliau, sebab usai sholat beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami". (HR. Muslim)
(source : Pustaka.abatasa.co.id)
(MOTIVASI) AKU CINTA INDONESIA
Oleh: Sudah Tahukah Anda ?
Barusan saya dapat broadcast seperti ini :
BANGUN tidur Anda minum apa? AQUA ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau TEH SARIWANGI (100% saham milik Unilever Inggris).
MINUM SUSU merk SGM (milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).
LALU MANDI menggunakan sabun LUX dan sikat gigi dengan pasta gigi PEPSODENT (Unilever, Inggris).
MAKAN PAGI dengan beras impor dari Thailand, GULA nya juga impor.
......
KELUAR RUMAH naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa, Amerika tinggal pilih. SETIBANYA DI KANTOR: nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
GUNAKAN komputer dan HAND PHONE (dengan operator Indosat, XL, semuanya MILIK ASING: Qatar, Singapura, Malaysia).
KALAU BELANJA di CARREFOUR (punya Perancis) kalau begitu ke ALFA (75% sahamnya Carrefour). BAGAIMANA DENGAN GIANT...? Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia pemilik yang sama dengan Hero.
MALAM-MALAM ISENG ke CIRCLE K dari Amerika. Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya Sudah MILIK ASING, walaupun namanya masih Indonesia.
BANGUN RUMAH pakai SEMEN, Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalau mau diterusin...
INDONESIA PUNYA APA ?!
"Indonesia punya buku Sudah Tahukah Anda ?" Jawab saya penuh OPTIMIS dan syukur..., Sekecil apapun PRESTASI yang kita miliki, maka tetaplah jadi pribadi BERSYUKUR dan tetap BANGGA kita sebagai BANGSA...
Indonesia Bangsa Besar dan akan jadi Jauh Lebih BESAR kalau kita MAU memperBESAR POTENSI yang kita miliki...
Janganlah kita silau dan galau dengan PRESTASI Bangsa lain, tapi lupa dengan Explorasi POTENSI dalam Bangsa sendiri...
TIPS SEHAT MURAH MERIAH NANGKAP NYAMUK NON INSEKTISIDA.
TIPS SEHAT MURAH MERIAH NANGKAP NYAMUK NON INSEKTISIDA.
(Penyakit berbahaya dari nyamuk : malaria, demam berdarah, chikungunya dll).
Bahan :
- 200 ml air panas.
- 50 gram gula merah.
- 1 gram ragi roti.
- 1 botol bekas plastik 2 liter.
Caranya:
- Potong botol plastik (jenis PET) separuh.
- Campurkan gula merah dengan air panas hingga lebur. Setelah dingin tuangkan di separuh bagian bawah botol.
- Tambah RAGI. Tidak perlu diaduk nanti akan menghasilkan Karbon Dioksida sebagai PENARIK PERHATIAN nyamuk.
- Letakkan bagian corong, terbalik, kedalam separuh botol tadi.
- Bungkus botol dengan sesuatu yang berwarna hitam (isolasi), dan letakkan di beberapa sudut rumah, toko, sekolah, rumah sakit, ladang dll. ( Terlindung hujan ).
- Biarkan sekitar 2 minggu atau nyamuk sudah penuh silahkan cuci botolnya dan mulai lagi dair awal.
Sumber : dr Giena Hadi.
NB:
- Agar tidak dirubungi SEMUT letakan botol tersebut diatas mangkuk/kaleng berisi air.
- Kalau nangkap LALAT cara masih sama diatas tapi tidak usah pakai RAGI cukup umpan ikan mentah yang busuk dipotong kecil dimasukin botol tersebut.
- Letakan botol jauh terlindung dari hujan atau angin
Semoga bermanfaat.
Renungan ϑåπ kisah inspiratif
Jangan terlalu terbelenggu dengan kenangan buruk masa lalu karena akan membawa kesedihan.
Jangan pula terlalu menganan-angankan masa depan nanti timbul ketakutan.
Hiduplah hari ini dengan senyum tanda syukur karena akan membawa kebahagiaan.
Masa lalu yang kelam, cukuplah jadikan sebagai pelajaran. Dengan begitu kita mampu bersikap bijak agar hari ini dan selamanya lebih baik.
- Ya Tuhan jadikan umur kami barokah...
- Karuniakan kami hidayah dalam menempuh kehidupan...
- Karuniakan kami kesehatan yang baik...
- Terangi hati kami dengan cahaya iman...
- Dekatkan kami kepada kebaikan...
- Jauhkan kami dari segala kejahatan...
- Karuniakan kami kebahagiaan...
- Keselamatan dan kesuksesan dunia akhirat... Aamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)
